Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki daya tarik tersendiri di setiap sudutnya. Mulai dari tempat wisata hingga peninggalan bersejarah yang membuat para wisatawan betah berkunjung ke Kota Malang. Banyak sekali bangunan peninggalan masa kolonial penjajahan belanda yang ada di Malang dan hingga kini masih dijaga keasriannya. Salah satunya adalah di sepanjang jalan Ijen Boulevard, dimana kawasan ini dan bangunan yang ada di sekitarnya telah dijadikan sebagai salah satu cagar budaya warisan jaman Belanda.

Jalan Ijen Boulevard merupakan salah satu ruas jalan di tengah Kota Malang yang dibangun dengan menggunakan model kembar dan dipisahkan dengan pembatas berupa taman pada bagian tengahnya. Pada masa penjajahan Belanda dulu, di Jalan Ijen tersebut terdapat banyak rumah-rumah yang ditempati oleh para penjabat Hindia Belanda. Maka tidak heran jika saat ini di Jalan Ijen Boulevard tersebut kita akan menemukan banyak bangunan tua. Untuk menambah kecantikan yang dimiliki oleh Jalan Ijen, maka pemerintah kota malang menanami beberapa Pohon Palem yang dapat menarik para wisatawan.

Dalam proses pembuatan Jalan Ijen Boulevard ini tersimpan sejarah yang panjang mengenai berdirinya Kota Malang. Dimana saat itu Malang dipimpin oleh Walikota Ir. EA Voonerman pada tahun 1923 hingga 1933 yang dibantu Ir. Herman Thomas Karsten membangun kota ini dengan cepat. Hal tersebut dibuktikan dengan berhasil membangun kawasan boulevard yang indah dan mewah. Jika perumahan Hindia Belanda jaman dulu biasanya merupakan kawasan hunian yang dibagi berdasarkan ras mereka, berbeda dengan Ijen Boulevard. Dimana Perumahan ini mengaplikasikan konsep Totalbeeld.

Konsep tersebut dipilih karena Karsten ingin membuat Kota Malang menjadi satu-satunya daerah yang bisa mengumpulkan banyak golongan menjadi satu pada jaman dahulu. Untuk itulah dalam pembuatan perumahan ini berdasarkan bentuk dari rumah villa, rumah kecil, dan kampung. Salah satu bukti dari kesuksesan itu perumahan Boulevard pada jaman dahulu adalah dengan adanya bangunan dengan perpaduan desain masyarakat Indonesia khas Eropa.

Banguna bersejarah yang ada di sekitar Jalan Ijen Boulevard adalah sebuah gedung perpustakaan Kota Malang yang sudah ada sejak 1965. Dimana Gedung Perpustakan tersebut merupakan sumbangan dari Pihak OPS rokok kretek. Sebelumnya gedung yang digunakan sebagai perpustakaan tersebut dulunya dijadikan sebagai tempat bisnis. namun, akhirnya diserahkan ke Pemerintah Daerah Kotamadya Tingkat II Malang. Setelah itu diresmikan sebagai Perpustakaan Kota pada tanggal 17 Agustus 1966, yang kebetulan pada saat itu Malang membutuhkan adanya Gedung Perpustakaan.

Tidak seperti Jalan pada umumnya, Kawasan Ijen Boulevard ini memiliki taman yang dibangun untuk memperindah dan untuk membatasi rumah warga dengan jalur pejalan kaki, Selain itu,antara jalur pejalan kaki dengan jalan juga ditanami pohon-pohon palem. Karena lokasinya yang berada di pusat Kota Malang, sehingga akses menuju jalan sekitar seperti jalan semeru, jalan kawi, dan jalan pahlawan

Dan seiring berjalannya waktu, Jalan Ijen Boulevard ini telah mengalami banyak perubahan. Hal yang paling terasa adalah dengan adanya perubahan bentuk rumah dan banyaknya lalu lalang kendaraan yang memadati jalan ini pada pagi dan sore hari. Meskipun telah mengalami banyak perubahan, namun tetap saja semua itu tidakpernah melunturkan keindahan yang dimiliki oleh Jalan Ijen Boulevard. Nah itulah sekilas info mengenai searah dan keindahan yang ada di Jalan Ijen Boulevard.

Bagi and ayang ingin mengexplore Kota Malang, gausah khawatir. IkameWisata menawarkan paket perjalanan menelusuri Kota Malang yang dijamin membuat anda senang dan menjadikannya momen tak terlupakan bersama keluarga atau pasangan. Untuk informasi lebih lanjut tentang perjalanan Kota Malang, Klik DisiniĀ